Posts

Showing posts from November, 2012

Kembali

Mungkin tahun 2012 adalah masa-masa ketika saya meluangkan sebagian besar waktu saya untuk menulis. Menulis cerita pendek dan puisi pada tepatnya. Saat itu saya bergabung di grup kepenulisan dan mengikuti kegiatan-kegiatan menulis cerita pendek. Dari sekian banyak tulisan yang saya kumpul, beberapa berhasil dimuat di buku antologi cerpen.  Selain sibuk menulis cerpen, saya juga sempat belajar menulis skenario film televisi. Saya tidak ingat apakah saya pernah mengirimkannya kepada penulis senior yang sudah sering menulis skenario film. Yang saya ingat adalah bahwa saya masih menyimpan file skenario film televisi itu di kumpulan tulisan saya di laptop. Sepertinya kalaupun memang saya pernah mengirimnya, wajar saja tidak dilirik, ide ceritanya memang sangat biasa alias tidak menarik sama sekali. Hahaha. Payah.  It was 2012. 2013 and 2014? Not anymore . Sampai akhirnya pada tahun 2015 ada kegiatan kepenulisan lagi. Kali ini dengan tema dan event yang berbeda yaitu 30 Hari ...

FTS - Sebuah Cerita di Kelas Fisika

Hari ini ada pelajaran menari, beberapa temanku tidak masuk karena sedang mengikuti perlombaan Kimia antarSMA Se-Kota Makassar. Aku sedikit lega karena aku dan kelompok menariku bisa segera menyetor gerakan tari yang sudah kami rancang. Setelah jam pelajaran menari usai, kami pun berganti pakaian dan berjalan menuju Lab Fisika. "Hari ini gak presentasi materi, tapi kita akan pemantapan soal ya," kata Pak Amir sambil menampilkan slidenya. "Iya Pak" jawab teman-teman asal. Sebuah soal terpampang dengan jelas di depan mata, kebetulan aku selalu duduk di barisan kedua. Bangku lab yang memang tidak punya sandaran itu berhasil membuat pelajaran Fisika terasa semakin melelahkan. Aku pikir soalnya hanya untuk pemantapan, sial , gerutuku dalam hati. Ternyata soal itu diberikan untuk persiapan ulangan pekan depannya. Ergghhh... Aku dan teman-teman sekelas mencoba mengerjakan soal itu, bukan cuma satu ternyata tetapi ada tiga butir soal. Awalnya aku merasa soalnya mudah, hingg...

Detik Detik Terakhir (SMA)

Arrggghhhhhh... Teriakan disertai isakan tangis itu berhasil membuat gadis mungil berambut ikal itu terduduk lemas di pasir putih Pantai Bira. Untung saja hari sudah gelap, hanya segelintir orang yang masih berlalu lalang di pinggiran pantai itu. Suara teriakannya lumayan kencang, namun suara ombak sedikit dapat menyamarkannya. Detik demi detik berlalu, ia tak juga beranjak. Tidak lama setelah itu, isakan tangisnya mereda. Ia menghapus bekas air matanya dengan pinggiran bajunya. Kembali terngiang kata-kata Ayahnya di telinganya, sejam sebelum ia berangkat ke pantai bersama teman-temannya. “Zahra, kamu boleh pergi ke Pantai Bira bersama teman-teman kamu. Tapi ingat ya Nak. Seminggu lagi adalah hari pernikahan kamu dengan Nak Farid. Jaga dirimu baik-baik, jangan sampai kamu kenapa-kenapa.” Ia mengingat mata ayahnya yang sarat kekhawatiran, tidak sanggup melihat anak gadis satu-satunya pergi berwisata tanpa dirinya. Sedangkan dalam hatinya, ia hancur. Tidak pernah sekalipun ia menerima pe...

Surat Cinta Rahasia

Hari ini dia berjanji akan menjemputku, di rumahku yang mungil ini. Rumah yang hanya sempat kuinjak kala aku sedang berlibur di Makassar. Setelah satu jam aku menunggu, akhirnya dia datang juga, ternyata dia tersesat. Aku sudah menduganya. Setelah memberinya segelas air, kami pun berangkat menuju salah satu toko buku di Makassar. Dia sudah banyak berubah ternyata, tidak lagi pendiam, satu hal yang tidak berubah dari dirinya, yaitu tawanya. Kurasa jantungku berdetak tiga kali lebih cepat. Di toko buku kami membicarakan banyak hal. Tentang masa-masa kuliahku, masa-masa kuliahnya, dan masa-masa sekarang. “Kamu sudah punya pacar, lif?” tanyaku tanpa melihat ke wajahnya. Aku mendengar tawanya. Aku tahu, tawa itu adalah pengganti jawaban iya untuk pertanyaanku. Ada sesuatu yang mendorongku dengan sangat kuat untuk melihat raut wajahnya. Ah, dia memergokiku menatap matanya yang teduh, mata kami beradu sepersekian detik. Aku berpaling, menyerah. “Aku masih sama dia, kok,” jawabnya sambil berja...

News Editors (Essay)

News editors have an important role in deciding the kinds of news that will be broadcasted on TV and newspaper. There are some factors that influence their decision. The most important factor is the interest of reader and watcher. Every reader and watcher has his/her own interest. For example, most of them are teenagers, it means that news editors have to focus on something related on them such us social network, Korean or western movie, trending fashion, popular music, etc. Absolutely, they will not be interest in something like politic, economy, and other topics of news. It’s different from adult. Most of them prefer to watch or read news than watch or read celebrity’s life.     The second is the heat of news or fresh news. No one wants to read or watch old news even it was the heat news in the past. The people feel that there are so many competitions, so that they have to find out the event happening at the time for developing their knowledge. In addition, to satisfy t...

Si Kakak Tampan

Duaarrrr!!! Sebuah suara yang kukenali dengan sangat jelas tiba-tiba mengejutkanku. Saking terkejutnya, debar jantungku menjadi semakin kencang tidak karuan. “Ah, rese’ lo!” kataku sambil mengelus-elus dada. Sebenarnya bukan cuma suara itu yang membuatku terkejut. Aku sudah terbiasa dikagetkan oleh Iren, sahabatku yang paling rese’ sedunia. Namun, ada hal lain yang sering kali membuatku berdebar-debar, takjub, dan bahkan tidak berkutik. Untaian kata yang bersatu membentuk sebuah tulisan indah, memesona, dan meluluhkan hati setiap orang yang membacanya. Yah, aku kagum, sangat kagum, bahkan jatuh cinta dengan semua tulisanmu. “Ngapain lo buka-buka profil twitter Kakak Tampan? Jadi stalkernya lo sekarang?” Tawa Iren meledak. Sumpah, aku melihat tampang mengejek di wajahnya yang tiba-tiba memerah karena tertawa. Tawanya tiba-tiba berhenti, mengambil kursi terdekat sambil membungkuk, lalu mendudukinya sambil mengelus-elus perut buncitnya. Perut Iren pasti kesakitan gara-gara kelamaan tertaw...

Kebahagiaan Dalam Hidupmu

Tak usah main-main Kalau suka, bilang saja suka! Aku tak akan marah Toh itu pilihanmu Hari-hari terlewatkan begitu saja Apa yang kau pikirkan(?) Kalau senang, bilang saja senang! Aku tak akan marah Sedihkah hatimu mendengar kenyataan itu(?) Yah, aku mengerti Tak ada yang lewat semudah itu Tentu saja setelah luka itu tergores lagi Aku merasakannya Seharusnya tak pernah ku izinkan itu terjadi Tapi siapa yang bisa melawan kuasaNya(?) Aku bahagia dalam bahagiamu Sedih dalam sedihmu Tapi haruskah terus seperti ini Setelah kau menemukan yang kau cari Apa yang kau pikirkan(?) Kalau, suka bilang saja suka! Aku tak akan marah Toh itu pilihanmu Satu yang kutunggu "kebahagiaan dalam hidupmu" @alzhainmelody

Disapu Ombak

Apa yg harus aku jawab? Pertanyaan yg mana yg harus aku jawab? Terlalu sangat banyak yang bertanya padaku Bagaimana lagi akan kujawab semua itu? Bulan dan bintang? Kerudung putih dan sapu tangannya? Manusia batu? Malaikat? Jelas telah kupilih salah satunya Tapi ia masih saja menanyakannya Apa lagi yang kau inginkan? Jelas jawaban itu telah terjawab Kau saja yang tak tahu Jawabannya telah ada Tapi terlambat Kertas jawabannya telah kusobek Kubuang di pinggir pantai Basah disapu ombak Bagaimana kau menyatukannya? Tidak mungkin!!! @alzhainmelody

Percaya akan Inginku

Sebab, tiada yang mengerti tiada yang tahu hati ini telah lumpuh telah rapuh dan tercincang habis Ketika rasa inginku mengetahui Ketika rasa inginku melupakan Datang lalu menyatu Aku tiada berdaya Tergores dalam catatan kecil di atas meja itu Tak tersentuh meski inginku berkecamuk Seketika bayangan buram menghantuiku Tak lagi dapat kutahan diriku Sesaat batin ini tersiksa Mencoba lepaskan, namun tiada daya Inginku melepasnya Sulit namun pasti akan mudah Aku percaya.. @alzhainmelody

Bagaimana Kau Tahu Ku Merindukanmu?

Bagaimana kau tahu aku merindukanmu? Bahkan terlalu sangat merindukanmu Hingga kau datang dalam tidur nyenyakku Hangatkanku dalam dinginku Bagaimana kau tahu aku kedinginan? Apakah kau melihatku? Gelisahkah diriku? Bagaimana kau tahu tidurku tanpa selimut? Sedang dirimu tiada lagi di dekatku Bahkan perbedaan itu terlalu jauh Jauh dari diriku Bagaimana mimpi itu terasa begitu nyata? Sedang itu hanya sebuah mimpi Apakah kau benar-benar berada di sampingku? Kuharap begitu Tahukah kau? Aku merindukanmu Terima kasih atas kedatanganmu Tangisku bukan karena sedihku Tapi tangisku karena kerinduanku padamu To: My Mom @alzhainmelody

Kekasih yang Paling Aku Kasihi

Waktu itu, semestinya aku telah tiba Namun sesuatu menimpaku dan akupun terjatuh Selama beberapa saat, aku tak dapat merasakan apapun Lalu ketika tersadar, aku tak lagi dapat melihatmu Bahkan bayangmu Aku menjerit ketakutan Peluhku terus saja bercucuran Masihkah aku dapat melihatmu Sebulan sudah aku di tempat ini Namun kegelapan masih saja menghantui hari-hariku Adakah zat pemberi cahaya yang mau memberikan sedikit saja cahaya nya kepadaku Kau adalah satu-satunya cahaya itu Hasruskah aku yang mencarimu? Aku terus meminta agar seseorang mau mengantarku pulang ke rumah Sampai pada suatu saat, ada seseorang yang dengan tulusnya mengantarku pulang lalu mempertemukan aku dengan ayahku Tentu saja ayahku sedih Aku terus bertanya, mengapa ayah terus bersedih? Ayah menjawab, ayah bersedih bukan cuma karena kau sudah tak bisa melihat lagi, nak Tapi ayah bersedih karena kekasih yang paling kau kasihi kini telah pergi meninggalkanmu Mengapa ayah harus terus bersedih? Kekasih yang paling aku kasihi...

Like a Devil

Tak satupun akan tahan Sekalipun mereka adalah setan Kalau perlu semuanya membelalak Setan saja malu melihatnya Bagaimana bisa menahannya? Muntahkan saja bila perlu! Sekalipun tak ada lagi yang bersisa Jangan seperti setan Yang memakan apa saja Tetap saja kau seperti setan Bahkan lebih parah dari setan Siapa lagi yang bisa tahan? Kalau bukan kau sendiri yang menahan Sudah cukup! Kuperintahkan kau tuk membuangnya! Sekarang! Tak ada dosa yang tidak enak Mengerti? Ah, terserah kau sajalah! Aku menyerah... @alzhainmelody

Kisah Si Gadis Kecil

Gadis kecil itu datang Dengan senyumnya Menyihir setiap insan yang melihatnya Tatapan matanya Meluluhkan setiap hati yang melihatnya Kelak gadis itu akan jatuh ke tangan siapa? Masih belum mengerti dengan rasa Masih setia dengan sahabat Seseorang datang merusak suasana Siapa dia? Berbagai omongan yang tak harus dimengerti Tetap harus ia dengarkan Karena sebenarnya ia mengerti Untuk apa berdusta? Hati benar berkata lain Meskipun tahu Ini adalah sesuatu yang tak boleh dimengerti olehnya Masih sangat jauh Perbedaan di antara mereka Akan membuat orang-orang berbuat seenaknya Ia pun hanya bisa terdiam Di sisi lain Seseorang dengan dua benda di kedua tangannya memberikan pilihan yang menakjubkan Tidak sempat terperangah karena terkejut dengan semua hal yang tiba-tiba saja berdatangan Suara-suara persahabatan muncul memberikan dukungannya Inikah jalan hidupnya? @alzhainmelody

Maaf tuk Hari ini dan Esok

Seharusnya aku masih bersama mu Di tempat yang sejuk  Di mana anak-anak bermain Di bawah naungan gubuk indah Sesekali berlarian di rerumputan Hampir saja tak nampak Karena ilalang menutupi mereka dengan sempurna Maaf tuk hari ini Seharusnya kita bisa bersama Di tempat di mana ada orang-orang yang sama kita sayangi Di atas bukit, jauh dari keramaian Maaf tuk hari esok Hari esok mungkin kan sama Aku masih di tanah pelajar Di antara rumah-rumah sang pelita @alzhainmelody

Sebab Tak Ada Yang Tahu

Sebab tiada yang tahu Maka akupun bersedih Sebab tak satupun yang mengerti Maka akupun bersedih Digenggam oleh tangan-tangan panas pemecah keheningan Dengan terpaksa aku harus terdiam Hanya bisa terpaku mendengar kebisingan lakunya Sebab aku ingin lari Aku tak percaya, kakiku lumpuh tak berdaya Diremas oleh tangan-tangan ganas dan liar Inginku berkecamuk hingga emosiku meluap Aku tetap tiada berdaya Suara-suara memekakkan telinga  Terus membakar indra pendengaran Sebab tak ada yang bisa kulakukan Tak lagi bisa, Aku lumpuh tak berdaya... @alzhainmelody

Hilang (Part 2)

Kemarin aku ke sini (seingatku) Jejak-jejak itu(?) Ah...  Tidak... HILANG... Kemarin aku berusaha keras mencari bayangmu, Namun air itu tetap saja keruh... Sekarang apa lagi yang kau inginkan? Inginkah kau melihatku melukis bayangmu di pasir pantai ini? Mana mungkin??? Mana mungkin aku bisa melukisnya... Sedang tiap kali aku mencoba untuk membuat sebuah garis, ada air ombak yang kan dengan senang hati menghapusnya... Ribuan kali aku mencoba melukisnya Tapi tak bisa... Aku tak bisa... Dan kau tahu? Tiap garis yang kan membentuk wajahmu HILANG... Hilang bersama surutnya air pantai... @alzhainmelody

Hilang (part 1)

Mengapa air itu tiba-tiba menjadi keruh? Tidakkah ia mengetahui, aku sedang melihat bayangannya  Bayang-bayang yang hampir tak pernah bisa hilang kala ku terlelap Sekarang bagaimana? Bagaimana membuatmu kembali jernih? Ada satu malam di mana tak ada kau di sana Aku sendiri... Bersedih... Andai saja kau tahu, malam-malam begitu terasa panjang tanpa bayangmu Kini, seiring dengan hilangnya kejernihan air Bayanganmu pun pudar... Dan kau tahu? Semuanya, Hilang... @alzhainmelody

Aku Merindukanmu (Puisi)

Kesedihan itu kerap kali menyergap Adakah kau kan datang memelukku? Menyeka air mataku ketika ku tak lagi dapat menahannya Tak bisa tidak untuk tidak menitikkannya Aku benar-benar sedang tak senang Aku benci perasaan ini datang kembali Semuanya kan benar-benar indah bila saja tak ada yang memulainya Dan bodohnya, aku yang memulainya Adakah kau tahu? Aku merindukanmu sampai detik ini...

Ungkapan Tak Penting

Si bodoh yang titipkan rasa pada angin lalu ini sebenarnya hanya aku seorang. Tak ada pertanda akan datang mujizat pembawa berita gembira. Tak ada tanda akan datang kebahagiaan menjelma dalam sanubari. Mungkin semua itu hanya benar-benar ada dalam bayanganku saja. Sungguh kejam hidup ini, selalu saja membuatku termenung dalam kesedihan. Aku bosan hidup dalam ketakutan, bosan hidup dalam bayang-bayang kematian. Ah.. Aku harus bagaimana sekarang? Sungguh aku tidak sanggup menghadapi semua ini. Mungkin jalan satu-satunya ialah aku harus kembali di jalan ilahi dan bertasbih ketika aku bangun dari sujud dan tahiyat akhir.... @alzhainmelody

Tak Nyata (Puisi)

Tak terpikir dalam benakku untuk mengikuti jejak ini. Saya masih ingin berjalan di jalan lurus dimana tak ada siapapun yang dapat memotongnya kecuali kuasa Allah. Hari berganti hari namun semuanya tetap berlanjut. Tak seorang pun yang dapat mendengarkan keluhku. Aku bersedih di atas kesenanganku. Aku sendiri tak mengerti apa yang kuinginkan. Cinta? Cinta apa yang akan kita dapatkan dari dirinya? Cinta buta, cinta busuk, cinta abadi, atau cinta mati? Ah, semuanya kebohongan belaka. Tak mungkin bisa mencapainya meski kau punya hasrat yang sangat tinggi. Dia tak nyata, hanya ada dalam benakmu saja. 

Terang dan Padam

Dalam catatanku, kutorehkan kata-kata yang mungkin dapat menyadarkan mereka akan arti kehidupan. Di sini tidak lain adalah masalah hati. Setiap waktu hanya menanyakan perasaan. Tak henti-hentinya memikirkan waktu untuk bersama. Hingga tak lagi punya waktu untuk memikirkan hal lain yang lebih penting. Harusnya mereka tahu, setiap insan memiliki perasaan yang mendalam. Bukannya permainan yang bisa dipermainkan. Bila saja ada keseriusan akan masalah ini, semuanya tidak akan berubah menjadi sangat buruk. Menghancurkan hati manusia-manusia lemah yang perasaannya sangat dalam. Tak ubahnya kerupuk yang dengan mudahnya hancur. Mematikan perasaan sama dengan bunuh diri. Tetapi tak ada lagi yang mungkin dapat dilakukan selain mematikannya. Lebih baik padam daripada terang namun menyakitkan. Harusnya itu yang dilakukan sekarang...

Rahasia Putri

Aku menuju ke sebuah pintu bertuliskan Cowok Dilarang Ngintip!. Pintu itu menuju ke koridor lantai 1 asrama 17, asrama sekolahku. Ketika memasuki dapur, aku mendengar suara samar menyebut namaku. Aku terkejut ketika melihat seseorang berdiri di pintu belakang asrama, dia Kak Alfian, orang yang selama ini menjadi teman curhatku di dunia maya. “Hi, Putri.” Sapanya kepadaku, aku berbalik dan terlonjak saking terkejutnya. “Eh, Assalamu’alaikum Kak!” “Wa’alaikumsalam!” balasnya dengan ekspresi yang tidak bisa kutebak. Aku memalingkan pandanganku lalu dengan langkah cepat aku menaiki tangga. Terdengar suara lagi yang sedikit menyentakkan tubuhku. “Aku disuruh Ibu mengangkat makanan ini ke kantin.” Jelasnya. “Oh!” hanya itu yang bisa aku ucapkan sebelum benar-benar berlalu. Aku tidak tahu apa yang akan dipikirkannya, aku tidak peduli atau tepatnya berusaha untuk tidak memerdulikannya. Dia sudah kelas tiga, UN sebentar lagi, dan dia tidak seharusnya melakukan tindakan yang akan menghancurkan d...

About Me

authorI'm just a woman who dreams a lot. I always fall in love with the beauty of universe which makes me curious to visit some new places. I'm an art lover, I'm an artist for my self, not everyone. I fall easily for beauty and funny things. I stay up almost everyday and laugh a lot. That's how I enjoy a life. Enquiries - Email on alzhainmelody.gmail.com. Cheers!


Recent Post on Instagram