Kembali

Mungkin tahun 2012 adalah masa-masa ketika saya meluangkan sebagian besar waktu saya untuk menulis. Menulis cerita pendek dan puisi pada tepatnya. Saat itu saya bergabung di grup kepenulisan dan mengikuti kegiatan-kegiatan menulis cerita pendek. Dari sekian banyak tulisan yang saya kumpul, beberapa berhasil dimuat di buku antologi cerpen.  Selain sibuk menulis cerpen, saya juga sempat belajar menulis skenario film televisi. Saya tidak ingat apakah saya pernah mengirimkannya kepada penulis senior yang sudah sering menulis skenario film. Yang saya ingat adalah bahwa saya masih menyimpan file skenario film televisi itu di kumpulan tulisan saya di laptop. Sepertinya kalaupun memang saya pernah mengirimnya, wajar saja tidak dilirik, ide ceritanya memang sangat biasa alias tidak menarik sama sekali. Hahaha. Payah.  It was 2012. 2013 and 2014? Not anymore . Sampai akhirnya pada tahun 2015 ada kegiatan kepenulisan lagi. Kali ini dengan tema dan event yang berbeda yaitu 30 Hari ...

Terimakasihku


Beep..
Sebuah sms dari Erga mengusik pikiranku. Kebetulan sekali, aku memang sedang memikirkannya dan kurasa malam ini adalah malam yang tepat. Ia memintaku untuk bertemu dengannya jam 7 malam di sebuah kafe di Jalan Sudirman. Kuputuskan untuk segera mengiyakannya sebelum ia mengubah pikirannya, seperti yang sering kali ia lakukan ketika kutak kunjung membalas smsnya.
“Kamu telat 30 menit, Sayang. Tidak sadar ya?” tanya Erga.
“Maaf, ternyata jam ku telat 30 menit,” jawabku. Ia berdecak panjang.
“Oya, Happy Birthday Sayang! Ini untukmu,” ucapnya sambil mengeluarkan sebuah kotak berisi cincin berlian. Aku tersenyum lalu meletakkan kotak itu di meja.
“Kamu mau tidak menemaniku ke suatu tempat malam ini?”
“Oke. Tapi kita makan dulu ya!”
“Aku minum jus jeruk saja, ya. Aku lagi diet.”
“Oh oke. Aku panggilin pelayannya dulu.”
Setelah selesai, aku menarik tangan Erga menuju mobilnya. Aku bersikeras untuk mengemudikan mobilnya ke tempat yang kuinginkan, sementara ia harus duduk di belakang dengan mata tertutup. Erga setuju.
Sesampainya di tujuan, aku meminta Erga untuk tetap di mobil sampai aku bersiul. Ia mengangguk.
Toktok..
“Cari siapa, Dek?”
 “Cari Mbak,” jawabku.
“Kamu siapa dan ada perlu apa ya?”
“Aku ke sini cuma mau mengembalikan suamimu, Mbak. Terimakasih ya!” jawabku lalu bersiul setelahnya. 

@alzhainmelody
18012013

Comments

Orang Tua said…
that was totally unexpected >.<,. great one
Auliya Sahril said…
thank ypu bro. hahaha

Popular posts from this blog

Surat Cinta Rahasia

Titikmu Titikku

Fiksimini - Semoga Tuhan Memaafkanku

About Me

authorI'm just a woman who dreams a lot. I always fall in love with the beauty of universe which makes me curious to visit some new places. I'm an art lover, I'm an artist for my self, not everyone. I fall easily for beauty and funny things. I stay up almost everyday and laugh a lot. That's how I enjoy a life. Enquiries - Email on alzhainmelody.gmail.com. Cheers!


Recent Post on Instagram