Kembali

Mungkin tahun 2012 adalah masa-masa ketika saya meluangkan sebagian besar waktu saya untuk menulis. Menulis cerita pendek dan puisi pada tepatnya. Saat itu saya bergabung di grup kepenulisan dan mengikuti kegiatan-kegiatan menulis cerita pendek. Dari sekian banyak tulisan yang saya kumpul, beberapa berhasil dimuat di buku antologi cerpen.  Selain sibuk menulis cerpen, saya juga sempat belajar menulis skenario film televisi. Saya tidak ingat apakah saya pernah mengirimkannya kepada penulis senior yang sudah sering menulis skenario film. Yang saya ingat adalah bahwa saya masih menyimpan file skenario film televisi itu di kumpulan tulisan saya di laptop. Sepertinya kalaupun memang saya pernah mengirimnya, wajar saja tidak dilirik, ide ceritanya memang sangat biasa alias tidak menarik sama sekali. Hahaha. Payah.  It was 2012. 2013 and 2014? Not anymore . Sampai akhirnya pada tahun 2015 ada kegiatan kepenulisan lagi. Kali ini dengan tema dan event yang berbeda yaitu 30 Hari ...

Pangeran Bermata Hijau dan Dua Putri Cantik

#Perempuan 1

Sepasang mata hijau begitu menarik perhatian. Sikapnya sangat berbeda dari kebanyakan anak yang kutemui. Aku tertarik sejak kali pertama melihatnya. Ah, sayangnya dia begitu dingin dengan anak-anak yang lain. Terlalu asik dengan teman-temannya. Aku terlalu takut untuk mengajaknya berkenalan duluan. Kau tahu, hal itu bukan kebiasaanku. Jadilah, aku diam saja.

#Perempuan 2

Aku menyebutnya pangeran tak tampan. Dia memang tidak tampan, tidak tinggi, tapi ia memiliki aura pemimpin yang patut untuk dicontohi. Aku tertarik sejak kali pertama mendengarnya berbicara. Ah, ia memang sedikit dingin. Tapi bukannya itu adalah tantangan. Aku akan mencoba mendekatinya. Aku yakin, perlahan ia akan menyukaiku dengan sendirinya.

#Pangeran Bermata Hijau

Aku melihat dua pasang mata yang sedang menatap harap kepadaku. "Apa yang mereka harapkan dari seorang pria sepertiku?" benakku. Ada seorang perempuan dengan keceriannya, tetapi terlalu takut untuk sekadar memberikan tatapannya kepadaku. Di sisi lain, ada seorang perempuan berwajah pucat, senyumnya merekah tiap kali mata kami bertemu. Ia bahkan tak segan menggodaku. Aku suka perempuan dengan keceriannya, juga suka dengan keberanian perempuan berwajah pucat itu. Haruskah aku memilih?



Comments

selamat pagi...sy izin nyimak di kunjungan perdana y :)
Auliya Sahril said…
silakan..makasih sudah berkunjung :)

Popular posts from this blog

Surat Cinta Rahasia

Titikmu Titikku

Fiksimini - Semoga Tuhan Memaafkanku

About Me

authorI'm just a woman who dreams a lot. I always fall in love with the beauty of universe which makes me curious to visit some new places. I'm an art lover, I'm an artist for my self, not everyone. I fall easily for beauty and funny things. I stay up almost everyday and laugh a lot. That's how I enjoy a life. Enquiries - Email on alzhainmelody.gmail.com. Cheers!


Recent Post on Instagram